Jumat, 31 Januari 2014

Produk dan Harga

A.    Produk
1.      Pengertian
Merupakan segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan kepuasan konsumen
2.      Tingkatan produk
a.       Core benefit
Manfaat dassar dari suatu produk
b.      Basic produk
Bentuk dasar dari suatu produk yang dapat dirasakna oleh panca indera
c.       Expected product
Serangkaian atribut produk dan kondisi yang diharapkan oleh pembeli
d.      Augmentasi poduct
Sesuatu yang membedakan oleh perusahaan dengan produk pesaing
e.       Potential product
Perubahan bentuk yang dialami produk di masa yang akan datang
3.      Klasifikasi produk
a.       Berdasarkan wujudnya
i.     Barang (berwujud fisik)
ii.      Jasa (aktivitas/ manfaat yang ditawarkan unutk dijual)
b.      Berdasarkan daya tahan
i.                    Barang tidak tahan lama
Barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian
ii.                  Barang tahan lama
Barang berwujud yang biasanya tahan lama dan tidak habis jika dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian.
c.       Berdasarkan tujuan konsumsi
i.                    Barang konsumsi
Produk yang dapat langsung dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaatnya.
ii.                  Barang industry
Barang yang memerlukan proses lebih lanjut untuk memperoleh manfaatnya.
d.      Menurut kotler
i.                    Convenience goods
Barang yang pada umumn yang memiliki frekuensi yang tinggi (Barang bahwa pelanggan biasanya sering membeli, segera, dan dengan usaha minimal)
ii.                  Shopping goods
Barang yang pelanggan, dalam proses pemilihan dan pembelian, karakteristik membandingkan secara seperti kesesuaian, kualitas, harga, dan gaya.
iii.                Specialty goods
Barang dengan karakteristik unik dan / atau identifikasi merek yang pelanggan bersedia untuk melakukan upaya pembelian khusus.
iv.                Unsought goods
Barang yang pelanggan tidak biasanya berpikir tentang membeli.
4.      Dimensi kualitas produk
a.       Performance
Berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk.
b.      Durability
Berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti.
c.       Conformance to specification
Sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi dan tidak ditemukan kecacatan (tidak sesuai spesifikasi) produk.
d.      Features
Karakterisrik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen.
e.       Reability
Peluang bahwa produk akan bekerja secara memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu.
f.       Estetika
Bagaimana penampilan produk dapat dilihat
g.       Perceived quality
Persepsi konsumen terhadap produk dilihat dari harga , merk, advertising, reputasi dan lain-lain.
5.      Siklus dinamika produk
Merupakan suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak di perkenalkan ke pasar sampai dengan daya tarik pasar.
a.       Dinamika bersaing suatu pasar
i.        Tahap pengembangan produk
ii.      Introduksi
-          Barang dipasarkan dalam jumlah besar
-          Volume penjualan belum tinggi
-          Promosi agresif (biaya iklan terlalu tinggi)
-          Laba masih rendah
iii.    Pertumbuhan
-          Permintaan meningkat
-          Perjualan dan laba akan meningkatkan dengan cepat
-          Promosi tidak seagressif sebelumnya (sudah dikenali)
-          Pesaing mulai muuncul
-          Memperluas dan meninngkatkan distribusi (menurunkan harga, insentif agen)
iv.    Dewasa
-          Penjualan masih meningkat
-          Laba produsen dan laba pengecer mulai turun
-          Persaingan harga menjadi sangat tajam
-          Iklan ditingkatkan untuk menghadapi persaingan
v.      Menurun
-          Permintaan menurun
-          Barang baru sudah harus dipasarkan
b.      Strategi
v  Tahap perkenalan
-          Menigkatkan kualitas dan keistimewaan produk
-          Menambah model baru dari produksi
-          Perusahaan memasuki segmen pasar baru
-          Meningkatkan cakupan distribusi
-          Iklan dirubah
v  Tahap kedewasaan
-          Strategi peningkatan keistimewaan
-          Strategi defensive mempertahankan pasar
-          Strategi peningkatan mutu
-          Aklan mengingatkan
v  Tahap kemunduran
-          Menambah investasi
-          Mencari pasar baru
-          Meniggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan
B.     Harga
Ø  Suatu barang yang dinyatakan dengan uang (Buchari Alma)
Ø  Harga mempengaruhi kinerja keuangan dan juga sangat mempengaruhi persepsi pembeli dan penentuan posisi merk. Harga menjadi suatu ukuran tentang mutu produk bila pembeli mengalami kesulitan dalam mengevaluasi produk yang kompetitif (David W Cravens)
§  Penetapan harga
Tergantung pada serangkaian lingkungan dan saingan yang sangat rumit
1.      Tujuan
a.      Bertahan hidup
b.      Memaksimalkan laba jangka pendek
c.      Memaksimalkan hasil penjualan
d.     Menyaring pasar secara maksimal
e.      Menentukan permintaan
2.      Strategi
a.      Skimming price
-          Memberikan harga tinggi
-          Pesaing relative sedikit
-          Differensiasi kuat
-          Dapat meningkatkan nilai produksi
b.      Harga penetrasi
-          Harga rendah (tapi masih untung)
-          Tidak memiliki nilai yang tinggi
-          Pasar yag sensitive harga
c.      Metode
-          Berdasarkan biaya
o   Biaya plus dan markup
o   BEP (break event point)
-          Berdasarkan harga pesaing
o   Harga competitor sebagai referensi
o   Cocok untuk pasar oligopoly
-          Berdasarkan permintaan
o   Didasari price value, sensitifitas harga, perceived quality
o   Analias pada  price sensitivity meter (psm)
d.     Pendekatan umum
-          Predatory pricing
o   Harga dibawah cost yang dihasilkan
o   Membunuh competitor bisnis
-          Psycological pricing
o   Psikologi kinsmen awam
o   Erat dengan sales promotion.








BUDAYA ORGANISASI
A.    Pengertian Budaya
Robbins (1996) memberi pengertian budaya organisasi antara lain sebagai:
a.       Nilai-nilai dominan yang didukung oleh organisasi.
  1. Falsafah yang menuntun kebijaksanaan organisasi terhadap pegawai dan pelanggan.
  2. Cara pekerjaan dilakukan di tempat itu.
  3. Asumsi dan kepercayaan dasar yang terdapat di antara anggota organisasi.
Dari sudut pandang karyawan, budaya memberi pedoman bagi karyawan akan segala sesuatu yang penting untuk dilakukan. Sejumlah peran penting yang dimainkan oleh budaya perusahaan adalah:
a.       Membantu pengembangan rasa memiliki jati diri bagi karyawan.
  1. Dipakai untuk mengembangkan keterkaitan pribadi dengan organisasi.
  2. Membantu stabilitas organisasi sebagai suatu sistem sosial.
  3. Menyajikan pedoman perilaku sebagai hasil dari norma perilaku yang sudah dibentuk.
Budaya organisas yang terbentuk, dikembangkan, diperkuat atau bahkan diubah, memerlukan praktik yang dapat membantu menyatukan nilai budaya anggota dengan nilai budaya organisasi. Praktik tersebut dapat dilakukan melalui induksi atau sosialisasi, yaitu melalui transformasi budaya organisasi. Sosialisasi organisasi merupakan serangkaian aktivitas yang secara substantif berdampak kepada penyesuaian aktivitas individual dan keberhasilan organisasi, antara lain komitmen, kepuasan dan kinerja. Beberapa langkah sosialisasi yang dapat membantu dan mempertahankan budaya organisasi adalah melalui seleksi calon karyawan, penempatan, pendalaman bidang pekerjaan, penialian kinerja, dan pemberian penghargaan, penanaman kesetiaan pada nilai-nilai luhur, perluasan cerita dan berita, pengakuan kinerja dan promosi.
Berbagai praktik di atas dapat memperkuat budaya organisasi dan memastikan karyawan yang bekerja sesuai dengan budaya organisasi, memberikan imbalan sesuai dukungan yang dilakukan. Sosialisasi yang efektif akan menghasilkan kepuasan kerja, komitmen organisasi, rasa percaya diri pada pekerjaan, mengurangi tekanan serta kemungkinan keluar dari pekerjaan. Beberapa hal yang dapat dilakukan organisasi untuk mempertahankan organisasi adalah menyusun asumsi dasar, menyatakan dan memperkuat nilai yang diinginkan dan menyosialisasikan melaui contoh.
B. Teori Budaya Organisasi
Terdapat tiga asumsi yang mengarahkan pada teori budaya organisasi yaitu:
Angota-anggota organisasi menciptakan dan mempertahankan perasaan yang dimiliki bersama mengenai realitas organisasi, yang berakibat pada pemahaman yang lebih baik mengenai nilai-nilai sebuah organisasi.
Asumsi yang pertama berhubunan dengan pentingya orang di dalam kehidupan organisasi. Secara khusus, individu saling berbagi dalam menciptakan dan mempertahankan realitas. Individu-individu ini mencakup karyawan, supervisor, dan atasan. Pada inti dari asumsi ini adalah  nilai  yang dimiliki oleh organisasi.
Penggunaan dan intepretasi simbol sangat penting dalam budaya orgaisasi.
Simbol dapat berupa slogan yang memiliki makna. Sejauh mana simbol-simbol ini efektif bergantung tidak hanya pada media tetapi bagaimana karyawan perusahaan mempraktikannya.
Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam budaya ini juga beragam.
Asumsi yang ketiga mengenai teori budaya organisasi berkaitan dengan keberagaman budaya organisasi. Sederhana, budaya organisasi sangat bervariasi. Persepsi mengenai tindakan dan aktivitas di dalam budaya-budaya ini juga seberagam budaya itu sendiri.
  1. Dimensi Budaya Organisasi
Terdapat banyak dimensi yang membedakan budaya. Dimensi ini mempengaruhi perilaku yang dapat mengakibatkan kekeliruan pemahaman, ketidakepakatan, atau bahkan konflik. Konsep budaya pada awalnya berasal dari lapangan antropologi dan mendapat tempat pada awal perkembangan ilmu perilaku organisasi. Dimensi-dimensi yang digunakan untuk membedakan budaya organisasi, menurut Robbins (1996) ada tujuh karakteristik primer yang secara bersama-sama menangkap hakikat budaya organisasi, yaitu:
  1. Inovasi dan pengambilan resiko.
  2. Perhatian ke hal yang rinci.
  3. Orientasi hasil.
  4. Orientasi Orang.
  5. Orientasi Tim.
  6. Keagresifan.
  7. Kemantapan.
  1. Peranan Budaya Organisasi
Dalam lingkungan kehidupannya, manusia dipengaruhi oleh budaya di mana ia berada, seperti nilai-nilai, keyakinan, perilaku sosial atau masyarakat yang kemudian menghasilkan budaya sosial atau budaya masyarakat. Hal yang sama juga terjadi pada anggota organisasi, dengan segala nilai, keyakinan dan perilakunya di dalam organisasi yang kemudian akan menciptakan budaya organisasi.
Dari uraian di atas dapat dikatan bahwa budaya perusahaan pada dasarnya mewakili norma-norma perilaku yang diikuti oleh para anggota organisasi, termasuk mereka yang berada dalam hierarki organisasi. Bagi organisasi yang masih didominasi oleh pendiri, misalnya, maka budayanya akan menjadi wahana untuk mengkomunikasikan harapan-harapan pendiri kepada para pekerja lainnya. Demikian pula jika perusahaan dikelola oleh seorang manajer senior otokratis yang menerapkan gaya kepemimpinan top down. Disini budaya juga akan berperan untuk mengkomunikasikan harapan-harapan manajer senior itu.
Peran penting yang dimainkan oleh budaya perusahaan adalah sebagai berikut:
a.       Membantu menciptakan rasa memiliki jati diri bagi pekerja.
  1. Dapat dipakai untuk mengembangkan ikatan pribadi dengan perusahaan.
  2. Membantu stabilisasi perusahaan sebagai suatu sistem sosial.
  3. Menyajikan pedoman perilaku sebagai hasil dari norma-norma perilaku yang sudah terbentuk.
  1. Cara Karyawan Mempelajari Budaya Organisasi.
Proses transformasi budaya oleh karyawan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
a.      Ceritera-ceritera.
Ceritera-ceritera mengenai bagaimana kerasnya perjuangan pendiri organisasi di dalam memulai usaha sehingga kemudian menjadi maju seperti sekarang merupakan hal yang baik untuk disebarluaskan. Bagaimana sejarah pasang-surut perusahaan dan bagaimana perusahaan mengatasi kemelut dalam situasi tak menentu merupakan kisah yang dapat menodorong dan memotivasi karyawan untuk bekerja keras jika mereka mau memahaminya.
b.       Ritual / Upacara-upacara
Semua masyarakat memiliki corak ritual sendiri-sendiri. Di dalam perusahaan, tidak jarang ditemui acara-acara ritual yang sudah mengakar dan menjadi bagian hidup perusahaan. Sehingga tetap dipelihara keberadaannya, contohnya adalah selamatan mulai musim giling di pabrik gula.
c.       . Simbol-simbol material
Simbol-simbol atau lambang-lambang material seperti pakaian seragam, ruang kantor dan lain-lain, atribut fisik yang dapat diamati merupakan unsur penting budaya organisasi yang harus diperhatikan sebab dengan simbol-simbol itulah dapat dengan cepat diidentifikasi bagaimana nilai, keyakinan, norma, dan berbagai hal lain itu menjadi milik bersama dan dipatuhi anggota organisasi.
d.      Bahasa

Bahasa merupakan salah satu media terpenting di dalam mentransformasikan nilai. Dalam suatu organisasi atau perusahaan, tiap bidang, divisi, strata atau semacamnya memiliki bahasa atau jargon yang khas, yang kadang-kadang hanya dipahami oleh kalangan itu sendiri. Hal ini penting karena untuk dapat diterima di suatu lingkungan dan menjadi bagian dari lingkungan, salah satu syaratnya adalah memahami bahasa yang berlaku di lingkungan itu. Dengan demikian menjadi jelas bahwa bahasa merupakan unsur penting dalam budaya perusahaan

Rizqi Khaq Hemas Maulia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar