Minggu, 24 November 2013

Kepemimpinan

Kepemimpinan (Leadership)
*      Kepemimpinan :

ü  Proses seorang pemimpin yang diharapkan akan dapat mempengaruhi orang lain atau proses suatu transaksi sosial untuk mencapai tujuan.
Unsur – unsur yang termasuk dalam kepemimpinan :
1.       Orang yang mempengaruhi
Sosok individu yang mampu memberikan arahan serta mengambil inisiatif tindakan yang sesuai bagi tujuan organisasi tersebut, contoh: Manager di dalam sebuah perusahaan
2.      Orang yang dipengaruhi.
Individu yang akan diarahkan atau diberikan petunjuk oleh sosok pimpinan.
3.      Adanya sifat atau prilaku tertentu
Sifat atau prilaku tertentu yang dimiliki oleh seorang pimpinan yang dapat mendorong dan mempengaruhi.
4.     Adanya Situasi dan Kondisi tertentu
Situasi kondisi yang memungkinkan terlaksananya kepemimpinan, ada 2 macam yaitu situasi kondisi di dalam organisasi dan situasi kondisi diluar organisasi yaitu lingkungan secara keseluruhan.
Kepemimpinan berperan sangat penting dalam manajemen karena unsur manusia merupakan variabel yang teramat penting dalam organisasi. Tanpa kepemimpinan yang baik, hal-hal yang telah ditetapkan dalam perencanaan dan pengorganisasian tidak akan dapat direalisasikan. Kepemimpinan sangat diperlukan agar semua sumberdaya yang telah diorganisasikan dapat digerakkan untuk merealisasikan tujuan organisasi. Segala pikiran dan perkataannya harus merefleksikan filosofi kualitas yang diterapkan perusahaan.
 Adapun metode mempengaruhi dapat berupa :
1.       Kekuatan fisik
Dimana adanya peranan dominan atas kekuatan yang dimiliki yang mungkin bisa mengintervensi atau pun mempengaruhi individu – individu.
2.      Penggunaan sanksi
Dengan adanya kemampuan untuk memberikan sanksi, maka dengan sanksi – sanksi tersebut, baik ringan atau berat dapat merubah dan mempengaruhi keinginan dari individu mereka akan berpikir untuk dipimpin.
3.      Usaha menunjukkan keahlian
Dengan keahlian baik itu di bidanag apapun yang mampu digunakan dihadapan orang banyak maka akan mampu membuat individu – individu menghormati keahlian itu, bahkan terpengaruh untuk dipimpin karena mempunyai keahlian tertentu tersebut.
4.     Kharisma (daya tarik) 
Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.
           
*      Ciri – ciri ideal dari seorang pemimpin :
 


*      Hakekat Kepemimpinan :

ü  Dalam kepemimpinan, orang yang dipengaruhi lambat laun akan selalu saling mempengaruhi, sehingga terjadilah hubungan pemimpin dan pengikut (leader Followerrelation).
ü  Hakikat  kepemimpinan  adalah bahwa  atasan mempengaruhi perilaku orang lain dan dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Dimana kekuasaan adalah kemampuan seseorang yang bersangkutan mengerjakan apa  yang dikehendaki. 
Dalam model kepemimpinan, ada  Kepemimpinan formal, yang terjadi karena manajer  mengarahkan  berstandar  pada wewenang formal sedang Kepemimpinan informal terjadi karena seseorang yang tanpa wewenang formal berhasil mempengaruhi perilaku orang lain.
*      Sumber Kekuasaan dan Penerimaan Pengarahan :
Seseorang punya peranan sebagai pemimpin karena mempunyai kekuasaan Sumber kekuasaan adalah dari kedudukan yang berupa imbalan, paksaan, dan hukuman, serta dari orang berupa keahlian dan rujukan. Orang menerima (teori penerimaan)  atau acuh tak acuh  (indiferent) atas segala sesuatu yang mereka harus lakukan dan mereka tunduk untuk melaksakannya dan tak dapat menyatakan tidak (berbuat tak menurut) pada wewenang yang lebih tinggi
Oleh karena itu syarat seseorang diterima pengarahannya :
1. Jangan menyiakan wewenang formal
2. Jangan takut menciptakan kewajiban pada seseorang
3.  Ciptakan rasa bergantung seseorang pada anda
4.  Manfaatkan keahlian yang dimiliki
5.  Berikan kesempatan orang lain menghargai anda.

*      Tipe Kepemimpinan :
Dari studi berbagai tipe kepemimpinan muncul:
1. pendekatan sifat (fokus: pada karakteristik pribadi pemimpin)
2. pendekatan perilaku (fokus: pada perilaku pemimpin dihadapkan dengan pengikutnya)
3. pendekatan situasional (fokus: pada kesesuaian antara perilaku pimpinan dengan karakteristik situasional).

Teori lain, yaitu teori jalur tujuan menyatakan bahwa ada :
1.  kepemimpinan direktif; memberitahu bawahan memberikan arahan, memberikan jadwal, dan mempertahankan standar kinerja;
2. kepemimpinan yang mendukung, yang memperhatikan bawahan, semua diperlakukan sama, semua teman dan mudah didekati
3.  kepemimpinan yang berorentasi pada hasil yang menetapkan tujuan  yang menantang, mengharapkan bawahan bekerja keras, mengharapkan selalu penyempurnaan
4. kepemimpinan partisipatif yang selalu berkonsultasi dg bawahan memperhatikan saran bawahan sebelum mengambil keputusan.

Beberapa teori yang muncul mengenai kepemimpinan. Teori jenis kepemimpinan dari penelitian Universitas di IOWA :
1.      Autocratic , yaitu keputusan semuanya banyak atau diambil dan diputuskan oleh atasan selalu.
2.      Democratic, yaitu kepemimpinan yang banyak melibatkan pihak organisasi dan ada umpan balik.
3.      Laissezpare, yaitu dimana manajemen manajerial lepas tangan, semua keputusan karyawan yang tentukan.

Teori jenis kemimpinan dari penelitian Universitas di Ohio :
1.      Initiating, yaitu memimpin berdasarkan struktur yang ada, tugas yang ada tanpa ada improvisasi
2.      Consideration, yaitu sejauh mana pemimpin peduli kesejahteraan kelompok, adanya hubungan interpersonal dalam memimpin.
Sebagai info, Tokoh – Tokoh Yang Berhasil Memimpin dalam Bidang Yang Dikuasainya :
Bill Gates – Pemimpin Dari Microsoft
Tony Fernandes- pimpinan Air Asia
Djoko widodo – Walikota Terbaik dunia
Chairil Anwar – Satrawan Indonesia
Matt Mullenweg – Pendiri Wordpress
Mark Zuckerbeg -  Pendiri Facebook
Bob Sadino – Pengusaha Sukses Indonesia
                              
Ada banyak materi serta definisi, pengembangan gaya kepemimpinan serta metode – metode yang ditemukan para ahli. Pemimpin tidak bermakna tanpa bawahan, dan bawahan tak dapat terarah tanpa pimpinan, 2 komponen yang saling bersinergi. Betapa pentingnya arti kepemimpinan dalam manajemen organisasi.
Hanya itu yang mampu saya tuliskan pada sub bagian ini, semoga akan bermanfaat buat kita semua.

SUMBER :
Persentasi PPT. Manajemen Tatap Muka 7-8, Dosen Koordinator Stan 2013.
HERU FIDRIANSYAH
Kelas I – C KBN
NPM : 133010004198


Bawah Laut Indonesia yang Memesona

    Tahukah kamu bahwa Taman Laut Bunaken tidak hanya satu-satunya taman laut yang memiliki pemandangan eksotis di Indonesia? Jika tidak, maka kamu harus bangga terhadap Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak taman laut yang indah bak surga. Saking indahnya, turis turis mancanegara pun banyak yang datang untuk melihat beberapa tempat di Indonesia ini. Berikut ini beberapa taman laut yang terkenal di Indonesia:

1.       Pulau Banda, Maluku
Pulau banda yang terletak terpencil dan sedikit populasi manusia membuat ekosistem terumbu karang begitu sehat dan hidup. Sekumpulan ikan dan makhluk-makhluk laut lain yang luar biasa hidup disini. Bahkan pulau Banda juga menjadi tempat habitat ikan Mandarin. Arus air yang tenang dan ringan membuat penyelam pemula  juga bisa menikmati dunia bawah Banda yang menakjubkan.



2.       Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur
Sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia terbaru, pulau Komodo tidak hanya mempersembahakan Komodo saja, tetapi jug ataman lautnya yang indah. Ratusan karang aneka warna, ikan-ikan karang, gurita cincin biru, dan lain sebagainya juga bisa ditemukan disini.


3.       Pulau Maratua, Kalimanta Timur
Maratua adalah sebuah pulau besar dengan laguna yang super luas. Hal yang terkenal di sini adalah dinding penyelaman yang spektakuler. Maratua juga menjadi ibukota penyu di Indonesia karena disini penyelam bisa merasakan menyelam bersama penyu penyu. Berbagai ukuran terumbu dan batuan karang juga bisa kamu temukan di Maratua serta pulau-pulau di sekitarnya yang tidak bisa ditemukan di lokasi menyelam populer lainnya di dunia. Disebutkan bahwa arus air di Maratua ramah dan sangat jernih. Saking jernihnya penyelam masih bisa melihat sedalam 30 meter dari permukaan.


4.       Raja Ampat, Papua Barat
Raja Ampat terletak di ujung barang laut Semenanjung Kepala Burung di pulau Papua. Berbanggalah Indonesia, karena Raja Ampat menjadi salah satu lokasi penyelaman terbaik di dunia. Sejauh ini Raja Ampat memiliki kekayaan hayati bawah air tertinggi yang pernah dicatat di dunia ini. Saat ini saja telah teridentifikasi 537 spesies terumbu karang (75 % dari total spesies terumbu karang di dunia), lebih dari seribu spesies ikan karang dan 700 jenis moluska. Raja Ampat terdiri dari 1.500 pulau-pulau kecil dengan empat pulau utama yakni Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo. Bagi penyelam pemula, Raja Ampat bukanlah tempat yang tepat karena memiliki arus bawah air yang kuat. Kerennya di beberapa kawasan di Raja Ampat ada tempat penangkaran ikan, budidaya hiu, pari ataupun penyu. Raja Ampat memiliki pemandangan indah luar biasa baik dilihat dari udara ataupun di bawah air. 


5.       Bunaken, Sulawesi Utara
Taman Laut Bunaken menjadi salah satu titik penyelaman internasional yang membuat banyak sekali ahli biologi laut, fotografer, dan penyelam di seluruh dunia jatuh cinta. Bahkan dalam Sail Bunaken 2009, dilaporkan ribuan penyelam mendatangi Bunaken untuk memecahkan rekor menyelam massal terbanyak sebesar 3.000 orang. Ada lima pulau utama di Taman Laut ini yakni Bunaken, Manado Tua, Montehagen, Nain dan Siladen. Setiap pulau di sana memiliki ekosistem yang berbeda-beda. Taman Laut Bunaken layak disebut sebagai taman laut terindah di dunia lantaran keanekaragaman biota laut mulai terumbu karang, ikan duyung, lumba, ikan purba choelacanth dan berbagai jenis ikan hias lainnya. Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter.


Sebenarnya banyak sekali wisata taman laut Indonesia yang berpemandangan menakjubkan. Tapi hanya beberapa saja yang saya sebutkan diatas karena menurut saya itu adalah yang terbaik.

(AIN SALSABILLA/1-C KBN/ 4)


Sabtu, 23 November 2013

Pengorganisasian dan Struktur Organisasi

PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR ORGANISASI



              Aspek utama dalam organisasi yaitu departementalisasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian.
Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu :
1. Adanya tujuan bersama
2. Adanya kerjasama dua orang atau lebih
3. Adanya pembagian tugas
4. Adanya kehendak untuk bekerja sama

*      Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu :
1. Strategi organisasi, menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan komunikasi dapat disusun diantara manajer dan pekerja.
2. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi.
3. Mempertimbangkan kemampuan dan cara berpikir para anggota, kebutuhan mereka, dan lingkungan sekitar dalam penyusunan struktur perusahaan.
4. Besarnya satuan organisasi dan satuan kerja, karena semakin besar ukuran organisasi strukturnya akan semakin kompleks.

*      Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
1. Spesialisasi kegiatan: spesifikasi tugas individu dan kelompok dan penyatuan tugas menjadi satuan kerja.
2. Koordinasi kegiatan: prosedur agar individu melakukan tugas sesuai tanggung jawabnya.
3. Standarisasi kegiatan: prosedur yang dilaksanakan untuk menjamin terlaksananya kegiatan.
4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan untuk menentukan letak kekuasaan pembuat keputusan.
5. Ukuran satuan kerja: menunjukkan jumlah karyawan.


MEMBANGUN ORGANISASI

A.       MERANCANG PEKERJAAN
*      Keseluruhan tugas dibagi menjadi bagian yang lebih kecil.
*      Keuntungan:
pekerja yang melaksanakan tugas yang sederhana akan menjadi lebih ahli
Curved Right Arrow: vmudah mengembangkan peralatan
waktu perpindahan antartugas menurun
biaya untuk penggantian karyawan lebih murah karena tidak perlu training yang berat

B.       DEPARTEMENTALISASI (DEPARTEMENTATION)
Departementalisasi: Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokkan
Efesiensi kerja tergantung pada keberhasilan integrasi satuan-satuan yang bermacam-macam dalam organisasi. Macam bentuk departementasi yaitu :
1. Departementasi Fungsional
Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi.
Kebaikan
Kelemahan
· Menjaga stabilitas kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama;
· Melalui spesialisasi pekerjaan lebih efisien;
· Memusatkan keahlian organisasi;
· Memungkinkan pengawasan manajemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi.
• Menciptakan konflik antar fungsi;
• Kemacetan pelaksanaan tugas karena harus menunggu fungsi lain selesai sebelum melanjutkan pada fungsi selanjutnya;
• Individu hanya berpusat pada tugasnya;
• Anggota memiliki pandangan sempit serta kurang inovatif.


2. Departementalisasi Divisional
Membagi divisi-divisi atas dasar produk, wilayah, langganan, dan proses, dimana tiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.



3. Departemensi Proyek
Departementalisasi ini dilakukan dengan mengkombinasikan kebaikkan-kebaikkan dari divisi fungsional dan divisional (hybrid design).
Organisasi Proyek Murni
• Proyek-proyek dilakukan terpisah dan organisasi induk.
• Menjadi organisasi tersendiri dengan staf  teknis dan administrasi yang terpisah dari ikatan dengan organisasi induk.
• Menyusun laporan kemajuan atau kegagalan secara periodik mengenai proyek.
• Manajer proyek bisa melakukan pembangunan sumber daya dari luar berupa sub kontraktor atau supplier apabila sumberdaya tersebut tidak bisa dikendalikan dalam organisasi.

Memilih Bentuk Organisasi Proyek
• Frekuensi adanya proyek baru sejauh mana perusahaan induk tersebut terlibat dengan aktivitas proyek.
• Berapa lama proyek berlangsung
• Tingkat pemakaian tenaga kerja, modal dan sumberdaya yang dibutuhkan.
• Jumlah bidang fungsional yang terlibat dalam proyek dan bagaimana ketergantungannya.
Kelebihan
Kelemahan
• Manajer proyek mempunyai wewenang penuh untuk mengelola proyek.
• Semua anggota tim proyek secara langsung bertanggungjawab terhadap manajer proyek.
• Rantai komunikasi semakin mudah (dilakukan secara langsung antara manajer proyek dengan eksekutif)
• Karena kewenangan terpusat, kemampuan untuk membuat keputusan bisa cepat dilakukan.
• Bentuk ini cukup simpel sehingga mudah dilaksanakan.
• Adanya dukungan secara menyeluruh terhadap proyek.
• Terjadi duplikasi usaha dan fasilitas bila setiap proyek akan mengusahakan sumberdaya masing-masing.
• Menambah biaya karena biasanya akan berdiri sendiri dengan staf yang penuh.
• Bila proyek selesai akan terjadi masalah tentang bagaimana nasib pekerja proyek yang ada.
• Ketidakkonsistenan prosedur bisa sering terjadi dengan memakai alasan “memenuhi permintaan klien”.


4. Departementalisasi Matriks.
Pada prinspinya sama dengan system proyek tetapi karyawan mempunyai dua atasan yang berada di dua wewenang. Rantai perintah pertama (aliran secara vertical) berasal dari departementalisasi fungsional. Kedua (rantai perintah lateral atau horizontal) wewenangnya melintasi departemen yang dilaksanakan oleh manajer proyek, sehingga menyerupai matrix dalam lalu-lintas aliran wewenang.
Kebaikkan
Kelemahan
• Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer fungsional.
• Mengembangkan kreativitas karyawan serta fleksibilitas kepada organisasi.
• Memperluas pandangan manajemen terhadap masalah strategi perusahaan.
• Menstimulasi kerjasama, displin dan mempermudah kegiatan perusahaan.
• Adanya pertanggungjawaban ganda dan kebijaksanaan yang kontradiktif
• Memerlukan koordinasi antara aliran wewenang secara vertikal dan horisontal.
• Memerlukan lebih banyak keterampilan antar pribadi.
• Biaya mahal untuk diimplentasikan.
• Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan daripada kegiatan
            Semakin besar perusahaan maka semakin memungkinkan untuk menggunakan 4 departementalisasi.

C.       MENCIPTAKAN HUBUNGAN PELAPORAN
*      Rentang manajemen atau rentang kendali adalah kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi dengan bawahan yang melapor kepadanya. Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan oleh seorang manajer.
*      Hubungan rentang manajemen dan koordinasi:
“Semakin besar jumlah rentang, semakin sulit untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan secara efektif”.
Pentingya penentuan rentang manajemen:
1.      Rentang manajemen mempengaruhi manajer dalam mengevaluasi efektivitas dan efisiensi pelaksaan kerja dari bawahan. Telalu melebarnya rentang berarti manajer mengendalikan jumlah bawahan yang besar sehingga menyebabkan tidak efisien. Sebaliknya jika rentang terlalu sempit dapat menyebabkan manajer tidak digunakan sepenuhnya.
2.      Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi. Semakin sempit rentang manajemen, struktur organisasi akan berbentuk “ tall “ dengan banyak tingkatan pengawasan di antara manajemen puncak dan tingkat paling rendah. Sedangkan rentang menajemen yang melebar akan mengahasilkan struktur yang berbentuk “ flat “ yang berarti tingkat manajemen semakin sedikit dan akan mempengaruhi efektifitas manajer di semua tingkatan.
*      Rentang Manajemen Lebar Versus Sempit

*      Faktor yang Mempengaruhi Rentang Manajemen
1)   Kesamaan fungsi-fungsi: Semakin sejenis fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh kelompok kerja, rentangan semakin melebar.
2)   Letak geografis : Semakin dekat kelompok kerja ditempatkan, rentangan semakin melebar.
3)   Tingkat koordinasi pengawasan: semakin sedikit kebutuhan koordinasi, rentangan semakin melebar.
4)   Perencanaan yang dibutuhkan manajer: semakin sedikit perencanaan, rentangan semakin melebar.

D.       MENDISTRIBUSIKAN OTORITAS/ WEWENANG
*      Otoritas/wewenang
Merupakan kekuasaan yang disahkan dalam organisasi meliputi hak untuk melakukan sesuatu terkait pencapaian tujuan organisasi.
*      Struktur lini dan staf
Lini: mencerminkan pekerjaan pokok organisasi karena menjalankan sejumlah fungsi dasar meliputi produksi, pemasaran dan keuangan. Setiap orang mempunyai hubungan pelaporan hanya dengan satu atasan sehingga ada kesatuan perintah.
Staf: individu yang fungsi utamanya adalah memberikan saran dan pelayanan kepada fungsi lini. Karyawan staf tidak terlibat secara langsung dalam kegiatan utama organisasi.
Staf fungsional: hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan satuan lini.apabila dilimpahi wewenang fungsional oleh manajemen puncak seorang staf spesialis memiliki hak untuk memerintah satuan lini sesuai kegiatan fungsional.
*      Pendelegasian
Yaitu proses pelimpahan sebagian atau semua beban kerja oleh manajer kepada orang lain.
Sehingga seseorang dapat memiliki wewenang meskipun ia tidak memiliki kekuasaan karena adanya pendelegasian.
Desentralisasi: mendelegasikan kekuaasaan kepada manajer bawahan
Sentralisasi: mempertahankan kekuasaaan dan otoritas di tangan manajer puncak

E.        MEMBEDAKAN ANTAR POSISI
*      Koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan dalam waktu yang tepat dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang sesuai sasaran.
*        Koordinasi bertujuan untuk memberikan lokasi kegiatan pada anggota agar kegiatan itu dilaksanakan dengan tanggungjawab.
Tiga macam saling ketergantungan di antara satuan- satuan organisasi, yaitu :
1)      Saling ketergantungan yang menyatu ( Pooled interdependence ). Apabila satuan-satuan  organisasi tidak saling tergantung satu dengan yang lain dalam melaksanakan kegiatan harian tetapi tergantung pada pelaksanaan kerja untuk hasil akhir.
2)      Saling ketergantungan yang berurutan ( sequential interdependence ), dimana suatu satuan organisasi harus pekerjaannya terlebih dahulu sebelum satuan lain bekerja.
3)      Saling ketergantungan timbal balik ( reciprocal interdependence ), merupakan hubungan memberi dan menerima antara satuan organisasi.
Misal: tenaga kerja operasional akan membutuhkan tenaga pemeliharaan ketika ada barang yang rusak, namun tenaga pemeliharaan tidak akan berfungsi apabila tidak ada suatu pengoperasian.


DEWI ENDAH PUSPITANINGRUM
1C/ 10

NPM: 133010004247