Tampilkan postingan dengan label organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organisasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Februari 2014

Management in Multinational Companies

Managemen – In multinationla companies
Multinational menegemen  Adalah formula / strategi untuk mengelola atau mengambil keuntungan dari berbagai peluang untuk menghadapi  tantangan international. Jadi multinational manageman itu adalah bagai mana kita memanfaatkan keuntungan dan peluang yang ada, dan bagai mana memaksimalkan peluang tersebut sehingga menjadi keuntungan bagi diri kita sendiri
Kita harus bijak dalam mengambil sebuah keputusan, dan kita harus pintar dalam membaca peluang yang ada yang bisa mendatangkan keuntungan untuk kita, tapi jika kita salah dalam membaca puluang makan kita akan rugi, karena seharusnya kita mendapat keuntugan dari peluang itu.
globalization, tentunya kita sudah tidak asing lagi jika mendengar istilah globalization ini, karena  globalization sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa benefit dari globalization antara lain :
-          Knowledge trasfer,
-          Global sourcing
-          Global branding
Ketiga benefit diatass bisa kita dapatkan dengan adanya globalization itu, kita bisa mengetahui budaya ,karakteristik dan kebiasaan dari berbagai negara.  
Akan tetapi globalization juga banyak dampak negatifnya, dan harus kita kelola dengan baik, salah satunya menciptakan GAP antara negara yang kaya dengan negara yang miskin, dengan adanya globalization ini negara-negara yang sudah kaya akan semakin kaya, dan negara yang miskin akan semakin miskin. Jadi kita harus pandai pandai dalam mengelolanya.

The next multinational manager:
-global mindset
-emotional intelegence
- long range perspektive
- talent to motivate dll
Ini adalah salah satu kriteria manajer yang akan dibutuhkan dimasa yang akan datang, dibutuhkan manager yang bisa mengubah global mainset bawwahannya kearah yng positiv, dan seorang manager yang bisa memotivasi  bawahannya sehingga bisa bekerja bisa lebih maksimal dan juga, manager itu harus bisa bernegosiasi dengan baik, agar bisa menjadi manager  yang baik.
Ada 4 karakteristik manager yang baik :
-Energic
-Energize
-AEDJ
-Execute

Ada juga cara bagai mana kita memanage bos,  selain kita harus bisa memanage bawahan atau karyawan kita juga harus bisa memanage bos, caraya adalah kenali siapa bos kita dalam arti, bagaimana sih sifat atau karakteristik dari bos kita seperti apa, dan sebisa mungkin hindari hal hal yang tidak disenangi oleh bos dan apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasinya.

By: Rendra Haili

Sabtu, 01 Februari 2014

Konsep Perilaku Birokrasi & Budaya Organisasi

Konsep Perilaku Birokrasi & Budaya Organisasi

Adalah mempelajari perilaku suatu birokrasi atau organisasi yang ditunjukkan oleh perilaku individu di dalamnya. Birokrasi itu sendiri berupa sistem atau alat organisasi agar organisasi berjalan sesuai dengan tujuan. Suatu birokrasi atau organisasi terdiri atas individu yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Budaya organisasi dapat berupa asumsi nilai dasar dari nilai organisasi baik sikap maupun perilaku yang saling mempengaruhi antar individu secara positif maupun negatif.

Point dari birokrasi adalah:
  • -          Adanya struktur
  • -          Adanya tugas kerja
  • -          Adanya wewenang, serta
  • -          Adanya pembagian gaji

Contoh dari hal ini adalah rumah tangga keluarga, dimana terdapat struktur yang jelas mulai dari ayah, ibu, serta anak. Lalu pembagian tugas kerja pun jelas, seperti ayah mencari nafkah, ibu mengasuh anak, serta anak belajar di sekolah. Begitu juga dengan wewenang, seorang ayah memegang peranan penting bagi suatu keluarga untuk tetap konsisten menjaga kebahagiaan keluarga.

Fungsi dari budaya organisasi adalah:
  • -          Sebagai identitas pembeda
  • -          Menyampaikan identitas suatu organisasi
  • -          Stabilitas sosial, yaitu adanya feedback dari ikatan sosial
  • -          Memupuk rasa pengendalian sikap & perilaku apa yang boleh dan apa yang tidak boleh


Budaya suatu individu dengan individu lainnya tentu sangat berbeda satu sama lain, begitu juga antara individu dengan organisasi. Jadi ketika individu masuk kedalam lingkup organisasi dan terdapat perbedaan budaya, secara tidak langsung individu tersebut mengalami akulturasi dengan budaya organisasinya karena individu tersebut sudah menerima kelebihan maupun kekurangan organisasinya

M. Aldi Jayadilaga

Sabtu, 23 November 2013

Pengorganisasian dan Struktur Organisasi

PENGORGANISASIAN DAN STRUKTUR ORGANISASI



              Aspek utama dalam organisasi yaitu departementalisasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian.
Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu :
1. Adanya tujuan bersama
2. Adanya kerjasama dua orang atau lebih
3. Adanya pembagian tugas
4. Adanya kehendak untuk bekerja sama

*      Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu :
1. Strategi organisasi, menjelaskan bagaimana aliran wewenang dan komunikasi dapat disusun diantara manajer dan pekerja.
2. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi.
3. Mempertimbangkan kemampuan dan cara berpikir para anggota, kebutuhan mereka, dan lingkungan sekitar dalam penyusunan struktur perusahaan.
4. Besarnya satuan organisasi dan satuan kerja, karena semakin besar ukuran organisasi strukturnya akan semakin kompleks.

*      Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
1. Spesialisasi kegiatan: spesifikasi tugas individu dan kelompok dan penyatuan tugas menjadi satuan kerja.
2. Koordinasi kegiatan: prosedur agar individu melakukan tugas sesuai tanggung jawabnya.
3. Standarisasi kegiatan: prosedur yang dilaksanakan untuk menjamin terlaksananya kegiatan.
4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan untuk menentukan letak kekuasaan pembuat keputusan.
5. Ukuran satuan kerja: menunjukkan jumlah karyawan.


MEMBANGUN ORGANISASI

A.       MERANCANG PEKERJAAN
*      Keseluruhan tugas dibagi menjadi bagian yang lebih kecil.
*      Keuntungan:
pekerja yang melaksanakan tugas yang sederhana akan menjadi lebih ahli
Curved Right Arrow: vmudah mengembangkan peralatan
waktu perpindahan antartugas menurun
biaya untuk penggantian karyawan lebih murah karena tidak perlu training yang berat

B.       DEPARTEMENTALISASI (DEPARTEMENTATION)
Departementalisasi: Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokkan
Efesiensi kerja tergantung pada keberhasilan integrasi satuan-satuan yang bermacam-macam dalam organisasi. Macam bentuk departementasi yaitu :
1. Departementasi Fungsional
Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi.
Kebaikan
Kelemahan
· Menjaga stabilitas kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama;
· Melalui spesialisasi pekerjaan lebih efisien;
· Memusatkan keahlian organisasi;
· Memungkinkan pengawasan manajemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi.
• Menciptakan konflik antar fungsi;
• Kemacetan pelaksanaan tugas karena harus menunggu fungsi lain selesai sebelum melanjutkan pada fungsi selanjutnya;
• Individu hanya berpusat pada tugasnya;
• Anggota memiliki pandangan sempit serta kurang inovatif.


2. Departementalisasi Divisional
Membagi divisi-divisi atas dasar produk, wilayah, langganan, dan proses, dimana tiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.



3. Departemensi Proyek
Departementalisasi ini dilakukan dengan mengkombinasikan kebaikkan-kebaikkan dari divisi fungsional dan divisional (hybrid design).
Organisasi Proyek Murni
• Proyek-proyek dilakukan terpisah dan organisasi induk.
• Menjadi organisasi tersendiri dengan staf  teknis dan administrasi yang terpisah dari ikatan dengan organisasi induk.
• Menyusun laporan kemajuan atau kegagalan secara periodik mengenai proyek.
• Manajer proyek bisa melakukan pembangunan sumber daya dari luar berupa sub kontraktor atau supplier apabila sumberdaya tersebut tidak bisa dikendalikan dalam organisasi.

Memilih Bentuk Organisasi Proyek
• Frekuensi adanya proyek baru sejauh mana perusahaan induk tersebut terlibat dengan aktivitas proyek.
• Berapa lama proyek berlangsung
• Tingkat pemakaian tenaga kerja, modal dan sumberdaya yang dibutuhkan.
• Jumlah bidang fungsional yang terlibat dalam proyek dan bagaimana ketergantungannya.
Kelebihan
Kelemahan
• Manajer proyek mempunyai wewenang penuh untuk mengelola proyek.
• Semua anggota tim proyek secara langsung bertanggungjawab terhadap manajer proyek.
• Rantai komunikasi semakin mudah (dilakukan secara langsung antara manajer proyek dengan eksekutif)
• Karena kewenangan terpusat, kemampuan untuk membuat keputusan bisa cepat dilakukan.
• Bentuk ini cukup simpel sehingga mudah dilaksanakan.
• Adanya dukungan secara menyeluruh terhadap proyek.
• Terjadi duplikasi usaha dan fasilitas bila setiap proyek akan mengusahakan sumberdaya masing-masing.
• Menambah biaya karena biasanya akan berdiri sendiri dengan staf yang penuh.
• Bila proyek selesai akan terjadi masalah tentang bagaimana nasib pekerja proyek yang ada.
• Ketidakkonsistenan prosedur bisa sering terjadi dengan memakai alasan “memenuhi permintaan klien”.


4. Departementalisasi Matriks.
Pada prinspinya sama dengan system proyek tetapi karyawan mempunyai dua atasan yang berada di dua wewenang. Rantai perintah pertama (aliran secara vertical) berasal dari departementalisasi fungsional. Kedua (rantai perintah lateral atau horizontal) wewenangnya melintasi departemen yang dilaksanakan oleh manajer proyek, sehingga menyerupai matrix dalam lalu-lintas aliran wewenang.
Kebaikkan
Kelemahan
• Memaksimumkan efisiensi penggunaan manajer fungsional.
• Mengembangkan kreativitas karyawan serta fleksibilitas kepada organisasi.
• Memperluas pandangan manajemen terhadap masalah strategi perusahaan.
• Menstimulasi kerjasama, displin dan mempermudah kegiatan perusahaan.
• Adanya pertanggungjawaban ganda dan kebijaksanaan yang kontradiktif
• Memerlukan koordinasi antara aliran wewenang secara vertikal dan horisontal.
• Memerlukan lebih banyak keterampilan antar pribadi.
• Biaya mahal untuk diimplentasikan.
• Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebih mengarah perdebatan daripada kegiatan
            Semakin besar perusahaan maka semakin memungkinkan untuk menggunakan 4 departementalisasi.

C.       MENCIPTAKAN HUBUNGAN PELAPORAN
*      Rentang manajemen atau rentang kendali adalah kemampuan manajer untuk melakukan koordinasi dengan bawahan yang melapor kepadanya. Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan oleh seorang manajer.
*      Hubungan rentang manajemen dan koordinasi:
“Semakin besar jumlah rentang, semakin sulit untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan secara efektif”.
Pentingya penentuan rentang manajemen:
1.      Rentang manajemen mempengaruhi manajer dalam mengevaluasi efektivitas dan efisiensi pelaksaan kerja dari bawahan. Telalu melebarnya rentang berarti manajer mengendalikan jumlah bawahan yang besar sehingga menyebabkan tidak efisien. Sebaliknya jika rentang terlalu sempit dapat menyebabkan manajer tidak digunakan sepenuhnya.
2.      Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi. Semakin sempit rentang manajemen, struktur organisasi akan berbentuk “ tall “ dengan banyak tingkatan pengawasan di antara manajemen puncak dan tingkat paling rendah. Sedangkan rentang menajemen yang melebar akan mengahasilkan struktur yang berbentuk “ flat “ yang berarti tingkat manajemen semakin sedikit dan akan mempengaruhi efektifitas manajer di semua tingkatan.
*      Rentang Manajemen Lebar Versus Sempit

*      Faktor yang Mempengaruhi Rentang Manajemen
1)   Kesamaan fungsi-fungsi: Semakin sejenis fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh kelompok kerja, rentangan semakin melebar.
2)   Letak geografis : Semakin dekat kelompok kerja ditempatkan, rentangan semakin melebar.
3)   Tingkat koordinasi pengawasan: semakin sedikit kebutuhan koordinasi, rentangan semakin melebar.
4)   Perencanaan yang dibutuhkan manajer: semakin sedikit perencanaan, rentangan semakin melebar.

D.       MENDISTRIBUSIKAN OTORITAS/ WEWENANG
*      Otoritas/wewenang
Merupakan kekuasaan yang disahkan dalam organisasi meliputi hak untuk melakukan sesuatu terkait pencapaian tujuan organisasi.
*      Struktur lini dan staf
Lini: mencerminkan pekerjaan pokok organisasi karena menjalankan sejumlah fungsi dasar meliputi produksi, pemasaran dan keuangan. Setiap orang mempunyai hubungan pelaporan hanya dengan satu atasan sehingga ada kesatuan perintah.
Staf: individu yang fungsi utamanya adalah memberikan saran dan pelayanan kepada fungsi lini. Karyawan staf tidak terlibat secara langsung dalam kegiatan utama organisasi.
Staf fungsional: hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan satuan lini.apabila dilimpahi wewenang fungsional oleh manajemen puncak seorang staf spesialis memiliki hak untuk memerintah satuan lini sesuai kegiatan fungsional.
*      Pendelegasian
Yaitu proses pelimpahan sebagian atau semua beban kerja oleh manajer kepada orang lain.
Sehingga seseorang dapat memiliki wewenang meskipun ia tidak memiliki kekuasaan karena adanya pendelegasian.
Desentralisasi: mendelegasikan kekuaasaan kepada manajer bawahan
Sentralisasi: mempertahankan kekuasaaan dan otoritas di tangan manajer puncak

E.        MEMBEDAKAN ANTAR POSISI
*      Koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk menyediakan dalam waktu yang tepat dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang sesuai sasaran.
*        Koordinasi bertujuan untuk memberikan lokasi kegiatan pada anggota agar kegiatan itu dilaksanakan dengan tanggungjawab.
Tiga macam saling ketergantungan di antara satuan- satuan organisasi, yaitu :
1)      Saling ketergantungan yang menyatu ( Pooled interdependence ). Apabila satuan-satuan  organisasi tidak saling tergantung satu dengan yang lain dalam melaksanakan kegiatan harian tetapi tergantung pada pelaksanaan kerja untuk hasil akhir.
2)      Saling ketergantungan yang berurutan ( sequential interdependence ), dimana suatu satuan organisasi harus pekerjaannya terlebih dahulu sebelum satuan lain bekerja.
3)      Saling ketergantungan timbal balik ( reciprocal interdependence ), merupakan hubungan memberi dan menerima antara satuan organisasi.
Misal: tenaga kerja operasional akan membutuhkan tenaga pemeliharaan ketika ada barang yang rusak, namun tenaga pemeliharaan tidak akan berfungsi apabila tidak ada suatu pengoperasian.


DEWI ENDAH PUSPITANINGRUM
1C/ 10

NPM: 133010004247